Teruntuk anak ku tercinta


Engkau baru lah dikandung empat bulan di rahim ibu mu tapi anugerah mu telah terasa di setiap langkah-langkah ku. Kehadiran mu belum lah terasa secara langsung, namun penantian ini tak pernah berhenti ingin segera bertemu langsung dengan mu, memeluk hangat dengan cinta dan kasih sayang. Wahai anak ku, tak akan mudah ku yakin membuat dirimu menjadi manusia yang berguna bagi orang tua mu, keluarga mu, agama mu, bangsa dan negara ini. Tapi ku yakin engkau akan menjadi yang terbaik, menutupi segala kekurangan orang tua mu ini.

Duhai anak ku, apalah yang bisa ku perbuat untuk menjadikan mu manusia yang selalu baik lahir dan batin? Sedangkan ku tahu tak ada yang sempurna di dunia ini, bahkan diriku sendiri bergelimpangan khilaf dan kesalahan, penuh dengan kekurangan di sana sini. Tetapi akan kah engkau menjadikan kekurangan ku ini menjadi pelajaran di suatu saat nanti? Ku lihat berbagai macam keberhasilan seorang anak yang membanggakan orang tua nya, ku lihat pula banyak anak yang gagal sehingga membuat malu ayah ibu nya. Akan seperti apakah engkau di suatu saat nanti? Tak akan ku biarkan dirimu terjerumus hal-hal yang merusak akhlak dan kepribadian mu. Jadi lah seseorang yang tangguh, jadilah manusia yang pengasih, penyayang, lembut tetapi berjiwa tegas dan berkepribadian kuat.

Duhai anak ku, belajar lah, belajar lah, dan belajar lah sepanjang hidup mu kelak. Akan ku pastikan hidup mu tak akan susah, tetapi engkau harus merasakan bagaimana rasanya berjuang keras penuh keringat agak engkau mengerti cara menjalani kehidupan ini dengan penuh tantangan dan sanggup menyingkirkan segala rintangan. Belajarlah melihat alam, belajarlah mencari teman dan guru, belajarlah ilmu agama agar kelak engkau lah yang memberikan pahala yang berlimpah di saat ku tak ada lagi di dunia ini.

Duhai anak ku, mungkin baru beberapa tahun lagi engkau mengerti tulisan ku ini. Mudah-mudahan di saat engkau mulai mengenal kehidupan, engkau akan menyadari bahwa orang tua mu ini tak pernah berhenti memberikan doa dan harapan ke pundak mu. Diriku mungkin belum mengerti bagai mana cara mengurusmu saat engkau nanti terlahir ke dunia, orang tua mu mungkin belum terbiasa menggendong mu, memandikan mu, mengganti popok mu, memberimu makan, menidurkan mu, dan membuat mu ketawa. Tapi kita yakin engkau lah yang akan memaksa kami belajar untuk menjadi orang tua yang terbaik, untuk memberikan mu pelajaran hidup yang terbaik.

Advertisements

4 thoughts on “Teruntuk anak ku tercinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s